JAMUR TIRAM DAN CARA BUDIDAYA

TAHAP PRODUKSI JAMUR TIRAM

Posted by: adey on: Juni 29, 2009

Tahap selanjutnya adalah memproduksi jamur tiram (Pleurotus spp). Dalam tahapan ini juga ada 10 langkah. Pertama, siapkan serbuk kayu gergajian albasia. Rendam selama 0-12 jam (bergantung pada spesies/strain serbuk kayu yang digunakan). Langkah kedua, tiriskan sampai tidak ada air, pada hari itu juga dengan mengunakan saringan kawat atau ayakan kawat.
Langkah ketiga, membuat subtrat/media tumbuh, pada hari itu juga. Tambahkan 5-15 % bekatul atau polar (bergantung pada spesies/strain yang digunakan), 2% kapur (CaCO3), 2% gypsum (CaSO4) dan air bersih, diaduk merata, kadar air substrat 65%, pH 7. Langkah keempat, distribusikan kedalam baglog polipropilen pada ahri itu juga. Padatkan dalam wadah tersebut, beri lubang bagian tengah, dipasang mulut cincin pralon, kemudian ditutup dengan kapas/kertas minyak. Langkah kelima, sterilisasi/pasteurisasi, satu hari kemudian. Simpan dalam kamar uap atau kukus dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95-120 derajat C selama 1-3 kali 8 jam bergantung pada jumlah substrat yang akan di pasteurisasi. Langkah keenam, inokulasi substrat dengan spawn di ruang inokulasi. Setelahsuhu baglog substrat turun sampai suhu kamar, inokulasikan bibit pada substrat dalam laminar flow. Bibit 10-15gr/kg substrat.
Langkah ketujuh, inkubasi baglog substrat (pertumbuhan miselium 15-30 hari). Rumah jamur/kubung/ruang inkubasi dijaga tetap kering dan bersih, suhu 22-28 derajat C tanpa cahaya. Langkah kedelapan, baglog substrat dibuka cincin dibuka (7-15 hari kemudian). Cara membuka berbeda-beda, tergantung jenis jamur kayu yang digunakan.
Langkah kesembilan, baglog disusun di rak dalam rumah jamur (pertumbuhan jamur 10-15 hari kemudian, tumbuh pin head/bakal tumbuh buah). Bakal tumbuh buah tersebut disiram air bersih agar jamur tumbuh. Untuk jamur tiram, yang disiram rumah jamurnya. Untuk jamur kuping penyiraman langsung pada substrat sampai basah kuyup. Suhu rumah jamur 16-22 derajat C RH : 80-90 %.
Langkah terakhir panen jamur tiram/kuping. Panen kurang dari 9 kali dalam waktu kurang dari 1,5 bulan tergantung cara pemeliharaan/penyiraman jamur dan kebersihan kubung. Atau sisa panen 2-5 kali seminggu.
Faktor penting yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram ini adalah masalah higienis, aplikasi bibit unggul, teknlogi produksi bibit (kultur murni, bibit induk, bibit sebar), teknologi produksi media tumbuh/substrat dan pemeliharaan serta cara panen jamur tiram.

BIBIT INDUK

Posted by: adey on: Juni 29, 2009

LANGKAH MEMBUAT BIBIT INDUK

Ada beberapa cara praktis dalam budidaya jamur tiram, yakni pertama tahapan membuat media bibit induk (spawn) dan kedua tahapan memproduksi jamur tiramnya itu sendiri.
Pada tahanan membuat media bibit induk ada 10 langkah yang perlu dilakukan.
Pertama, bahannya yang berupa biji-bijian atau campuran serbuk gergajian albusia (SKG) ditambah biji millet 1 (42%) : 1 (42%). Bahan baku ini adalah yang terbaik.
kedua, bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panci.
ketiga, bahan baku tersebut ditiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1% kapur (CaCl3), 1% gypsum (CaSO4), vitamin B kompleks (sangat sedikit) dan atau 15 persen bekatul. Kadar air 45-60 % dengan penambahan air sedikit dan pH 7.
keempat, bahan baku tersebut lalu didistribusikan ke dalam baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga. Perbotol diisi 50-60% media bibit, disumbat kapas/kapuk, dibalut kertas koran/alumunium foil.
kelima, sterilisasi dalam autoclav selama 2 jam atau pasteurisasi ditungku drum 8 jam pada hari itu juga. Temperatur autoclave 121 derajat C, tekanan 1 lb, selama 2 jam. Temperatur pasteurisasi 95 derajat C.
keenam, lakukan inokulasi dengan laminar flow satu hari kemudian. Setelah suhu media bibit turun sampai suhu kamar dilakukan inokulasi bibit asal biakan murni pada media PDA (sebanyak 2-3 koloni miselium per botol bibit). Langkah ketujuh, inkubasi (pertumbuhan miselium 15-21 hari) pada ruang inkubasi/inkubator, suhu 22-28 derajat C.
kedelapan, botol atau baglog isi bibit dikocok setiap hari, dua hingga tiga kali. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan cepat serta media bibit tidak menggumpal/mengeras. Kesembilan, bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata.
Langkah terakhir, jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit induk/bibit sehat perbanyakan ke 1 dan ke 2. Bibit ini disimpan dalam lemari pendingin selama 1 tahun, bila tidak akan segera digunakan.

RUANG INKUBATOR YANG BERISI BAGLOG SEBELUM DI RAK

Posted by: adey on: Juni 29, 2009

RUANGAN INKUBATOR UNTUK BAGLOG SEBELUM DI RAK

RUANGAN INKUBATOR UNTUK BAGLOG SEBELUM DI RAK


baglog ini berusia kurang lebih sekitar 3-5 hari yang mana penempatan nya masih didalam ruangan inkubator tanpa rak. hal ini dilakukan untuk memudahkan dan menghemat tempat di kumbung/saung, setelah 1-2 minggu kedepan baglog ini bisa kita pindahkan kedalam rak inkubator yang ada di kumbung tersebut.

MASA PANEN BERLANGSUNG

Posted by: adey on: Juni 29, 2009

pertumbuhan buah jamur

pertumbuhan buah jamur


inilah baglog yang sedang berbuah. diusia yang matang sekitar 21-30 hari dari awal peroduksi akan tumbuh buah jamur yang kita nanti nanti. akan tetapi bisanya untuk awal buah yang akan tumbuh itu tidak semuanya tumbuh buah tetapi setelah 3 hari kedepan baglog tersebut bisa tumbuh semakin banyak. hal inilah yang membedakan dengan panen sayuran lainnya yang biasanya panen secara serentak, akan tetapi dalam budidaya jamur masa panennya bertahap. untuk contoh kalau kita memproduksi sekitar 5000 baglog diurutkan dengan masa waktu panennya sbb: hari pertama baglog yang tumbuh buah sekitar 5%, minggu pertama sekitar 25%, minggu ketiga 50-75% dan untuk sampai 100% hasil panen dari 5000 baglog bisa sampai 1.5 bulan(tapi ingat ini adalah panen periode pertama/ buah pertama pada baglog yang tumbuh. perlu diingat bahwa dalam budidaya jamur tiram dari setiap baglog yang kita produksi bisa berbuah 3-5 kali tumbuh buah yang bertahan sampai 3-4 bulan.

susunan baglog di rak inkubator

Posted by: adey on: Juni 29, 2009

rak inkubator

rak inkubator


dalam penyusunan ini memang ada banyak cara atau model. adapaun model yang kita lihat ini adalah model baglog tidur yang mana posisi baglog ditidurkan, cara ini memudahkan untuk panen serta perawatan yang baik.